PEMALANG – SMP Negeri 6 Pemalang menggelar kegiatan pembelajaran Kokurikuler, untuk membangun karakter mulia sesuai delapan dimensi profil pelajar Pancasila.
Selian itu pembelajaran kokurikuler untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran melalui konteks yang lebih praktis dan aplikatif.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran bermakna yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mengajak peserta didik mengalami, berbuat, dan merefleksikan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan nyata.
Melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), siswa dari kelas VII hingga IX mengerjakan proyek yang memadukan nilai karakter, budaya, dan kepedulian sosial.
Dengan mengambil materi telusur kekayaan Budaya dan kuliner khas Pemalang dalam bingkai Bhineka tunggal Ika Pemalang Wonderlandku
Kepala Sekolah SMPN 6 Pemalang Purwaningsih, mengatakan Program Kokurikuler ini sudah berjalan beberapa waktu dan pada penghujung November 2025 ini, giat belajar Kokurikulum pada siswa sudah memasuki pertemuan yang ke 11 kali
“Program belajar Kokurikulum pada siswa di SMP 6 Pemalang sudah berjalan ke – 11 kali,untuk saat pertemuan kali ini kita mengambil Wonderland Pemalangku, dengan tujuan minimal para siswa mengetahui apa saja yang ada di Pemalang dan budayanya, kemudian untuk kelas IX,Kalau kelas VII jajanan tradisional yang ada di Pemalang,” tuturnya, Kamis (27/11).
Di samping para siswa diberi materi lewat tampilan layar monitor, praktek nyata juga disajikan dalam bentuk kegiatan bazar, sehingga diharapkan teori dan praktek materi Kokurikulum dapat diserap dengan mudah oleh para siswa,
“Besok kita gelar bazar yang akan menyajikan dolanan dan tari khas Pemalang, karena itu bagian dari ko kurikuler guna menguatkan kegiatan interaksi. Jadi ada eksekusinya. Kami berharap para siswa lebih mengenal budaya Pemalang baik itu dari cagar budayanya, makanannya serta tradisi dan jajananya, tidak hanya mengenal makanan saat ini saja tapi tahu makanan jaman dulu” tutupnya.
Sementara itu, Anggun Febriany siswa kelas IX ketika mengaku senang mengikuti program materi pelajaran Kokurikuler di luar kelas tersebut,
“Asik sistem belajarnya, tidak monoton di kelas,dan malah lebih gampang dimengerti,” ungkapnya sambil tersenyum.
Aksi nyata pembelajaran ini memperkuat literasi budaya dan karakter siswa melalui pengalaman langsung.
Kegiatan Kokurikuler ini meliputi observasi sikap, hasil karya, refleksi tertulis, serta kemampuan presentasi dan kolaborasi. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menginternalisasi nilai budaya dalam tindakan nyata.