ACEH – PT PLN (Persero) mengerahkan kekuatan penuh untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir dan longsor. Sebanyak 12 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV roboh dan mengakibatkan suplai listrik ke sejumlah wilayah terdampak terhenti.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyebut sekitar 500 petugas gabungan dari berbagai unit PLN se-Indonesia sudah diterjunkan untuk membangun tower transmisi darurat di wilayah terdampak.
“Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat,” ucap Darmawan.
Mobilisasi material dilakukan tanpa jeda dengan dukungan Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan BPBD. Selain melalui jalur darat, material tower dan bantuan juga dikirim menggunakan pesawat Hercules, helikopter, dan pesawat angkut lainnya.
“Kami kerahkan material set tower dari Jawa dengan pesawat Hercules TNI. Kami juga datangkan para ahli dan tim gabungan. Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim rescue, TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dll.”
Selain upaya perbaikan tower, PLN juga menyiagakan genset di fasilitas vital termasuk rumah sakit, puskesmas, bandara, hingga kantor pemerintahan. Dua island operation Nagan Raya dengan beban 100 MW dan Arun dengan beban 16 MW turut diaktifkan agar layanan publik tetap mendapatkan suplai listrik.
“Kami terus bekerja keras agar masyarakat yang terdampak dapat segera beraktivitas dan listrik kembali pulih. Ratusan petugas di lapangan all out 24 jam nonstop untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini,” ungkap Darmawan.