MAJALENGKA – Rapat Koordinasi (Rakor) Pemuda Pancasila Kabupaten Majalengka di Hotel Summerville, Jumat malam (29/11), berlangsung panas dan penuh penekanan soal fungsi organisasi dalam menjaga marwah kontrol sosial di tengah dinamika pemerintahan daerah.

Ketua Majelis Permusyawaratan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Majalengka, Enther Nizar, menegaskan Pemuda Pancasila organisasi kemasyarakatan yang sejalan dengan pemerintah, namun bukan berarti harus tunduk tanpa kritik.

“Pemuda Pancasila adalah ormas yang berdampingan dengan pemerintah. Tetapi kita tidak boleh melupakan fungsi utama kita sebagai lembaga kontrol sosial,” tuturnya

Bahkan Enther mengajak masyarakat sipil, media, LSM, dan berbagai ormas lain untuk tidak takut bersuara lantang mengawasi jalannya pemerintahan. Menurutnya, ruang kritik harus tetap hidup agar kebijakan publik tidak berjalan tanpa pengawasan.

“Jangan segan mengkritik pemerintah. Jika ada proyek amburadul, silakan unggah di media sosial. Jika ada birokrasi bekerja tidak sesuai aturan, silakan buka suara dan laporkan. Itu kewajiban kita sebagai warga negara,” tegasnya

Rakor tersebut menjadi ruang konsolidasi Pemuda Pancasila untuk mempertegas peran mereka dalam menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap program pemerintah dan keberanian untuk menyoroti potensi penyimpangan di lapangan.

Dengan sikap tegas yang disampaikan para pimpinan, Rakor ini sekaligus memberi sinyal bahwa Pemuda Pancasila Majalengka tidak ingin hanya menjadi simbol organisasi besar, tetapi kembali ke akar gerakan sebagai kelompok yang berdiri untuk kepentingan masyarakat luas.