SURABAYA – Aktivitas Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang melanggar norma sosial di kawasan Makam Kembang Kuning pada malam hari kembali menjadi sorotan oleh anggota DPRD Surabaya sebab menggangu kenyamanan dan ketentraman pada masyarakat sekitar.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Muhammad Syaifuddin, yang akrab disapa Bang Udin, menyoroti bahwa kejadian serupa telah berulang kali terjadi dan menjadi permasalahan besar bagi lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa kondisi ini dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak lebih tegas dalam menertibkan aktivitas tersebut.
“Satpol PP harus tegas dalam mengambil tindakan atas temuan tersebut. Mengingat kejadian ini bukan pertama kali, tapi berulang kali. Jangan hanya normatif saja,” ucapnya, Kamis (3/4).
Lebih lanjutnya, Bang Udin menyarankan agar Satpol PP menggandeng berbagai pihak, termasuk pengurus tingkat kelurahan, untuk memastikan upaya penertiban berjalan efektif.
“Satpol PP harus rutin melakukan patroli minimal empat kali dalam sebulan dengan melibatkan RT, RW, dan tiga pilar,” imbuhnya.
Ia berharap dengan langkah tegas dan berkelanjutan, aktivitas negatif di sekitar Makam Kembang Kuning tidak akan terulang kembali.
“Saya meyakini hal ini tidak akan terulang kembali. Namun jika penegakan dan penertiban dilakukan secara normatif saja, maka tidak akan ada efek jera dan terus terulang kembali,” tutupnya.
Seperti diketahui bahwa Satpol-PP telah melaksanakan operasi Asuhan Rembulan (AR) di area pemakaman Kembang Kuning, Kecamatan Sawahan, dengan melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, serta personel TNI dan Polri pada Minggu malam (30/3).
Pada oprasi tersebut para petugas menemukan sejumlah barang bukti di lokasi. Di antaranya alat kontrasepsi, tisu, losion, sarung, dan tikar. Seluruh barang bukti langsung dimusnahkan di tempat dengan cara dibakar.