SURABAYA — Keterbatasan finansial tidak menghalangi langkah dua anak muda Surabaya menembus level tertinggi dunia futsal usia muda. Mereka adalah Sulaiman Riski Hidayat dan M. Raffi Bagus, talenta futsal asal Kota Pahlawan yang kini resmi berseragam Timnas Futsal U19 dan U16.
Sulaiman Riski Hidayat, jebolan tim futsal Porprov Surabaya, menjadi bagian dari skuat Timnas U19 setelah melalui proses seleksi ketatdimulai dari raihan juara Porprov cabor futsal Jawa Timur, hingga akhirnya dilirik pelatih tim nasional.
Prestasi Sulaiman tak lahir dalam semalam. Sejak bergabung dengan Akademi GGFS pada September 2022, ia terus memupuk kemampuan lewat sederet kompetisi bergengsi:
– Juara 3 AAFI U16 (2022)
– Porprov 2023
– Emas Porprov 2025
– Juara Kejurprov 2025
– Juara Liga AFK Surabaya 2025
– Juara Liga Ramadan 2024
Sementara itu, M. Raffi Bagus, yang kini memperkuat Timnas U16, menembus seleksi nasional melalui jalur rekomendasi AFK Surabaya, sejak tahap federasi tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Bergabung dengan Akademi GGFS pada Desember 2023, prestasi Raffi juga tak kalah mencorong:
– Juara AAFI 2024 U16
– Juara Liga AFK 2025
– Grand Champions Nasional 2024 dan 2025
– AAFI Jatim Juara 2 (2024)
– AAFI Jatim Juara 1 (2025)
Keduanya berasal dari keluarga kurang mampu. Namun rutinitas latihan, ketekunan, dan keberanian bermimpi membuat keduanya membuktikan bahwa prestasi lahir dari kerja keras — bukan dari kemapanan ekonomi.
Ketua AFK Surabaya, Abdullah, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya atas capaian dua anak muda tersebut.
“Alhamdulillah, sujud syukur. Saya mewakili seluruh pengurus AFK Surabaya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas keberhasilan ini. Ini prestasi luar biasa yang kita lalui bersama. Setelah emas Porprov, penyelenggaraan Liga Divisi Utama dan Satu, kini AFK Surabaya menyumbangkan dua atlet untuk Timnas U16 dan U19,” ujarnya dengan suara bergetar.
Abdullah berpesan kedua atlet bersama keluarga mereka.
“Kepada Mas Sulaiman dan Mas Raffi, khususnya orang tuanya, kami ucapkan selamat. Terus berjuang dan jangan pernah menyerah demi masa depan kalian. Jangan lupakan perjuangan orang tua yang mendukung kalian meski harus hidup pas-pasan. Ini bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi,” pungkasnya.