HarianMetro.co, GORONTALO – Gelombang aksi unjuk rasa yang melanda berbagai daerah di Indonesia menuai perhatian serius Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Gorontalo. Tragedi tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis di Jakarta, dinilai sebagai peristiwa kelam yang mencederai rasa keadilan.

Ketua DPD KNPI Gorontalo menegaskan bahwa aparat semestinya hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sebaliknya. “Kami mengutuk keras tindakan represif aparat yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan agar tidak memunculkan kecurigaan dan luka sosial yang lebih dalam,” ujarnya, Minggu (31/25).

Selain menyoroti tragedi tersebut, KNPI Gorontalo juga menilai wajar jika publik geram atas besarnya tunjangan anggota DPR di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit. “Keadilan sosial harus dikedepankan. Jangan sampai kebijakan anggaran justru memperlebar jurang ketidakpercayaan antara rakyat dan elit politik,” tegasnya.

Meski demikian, KNPI Gorontalo mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda, untuk tetap menjaga aksi dalam koridor damai. Menurutnya, tindakan anarkis justru merugikan rakyat sendiri dan berpotensi mengaburkan substansi perjuangan.

“Pemuda Gorontalo harus tampil sebagai garda depan perubahan dengan cara-cara bermartabat, bukan dengan kekerasan. Kita ingin aspirasi didengar, bukan ditolak karena aksi yang destruktif,” tambahnya.

KNPI Gorontalo juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif membuka ruang dialog dengan masyarakat agar keresahan nasional tidak menjalar menjadi konflik horizontal di daerah.

“saatnya kita tunjukkan bahwa pemuda mampu menjadi penjaga moral bangsa,” tutupnya.//HM

Artikel KNPI Gorontalo: Hentikan Kekerasan, Suarakan Aspirasi Secara Bermartabat pertama kali tampil pada HARIAN METRO.