PEMALANG – Untuk menelusuri kekayaan budaya dan kuliner khas daerah, SMP Negeri 6 Pemalang menggelar Pekan Raya Ko Kurikuler bertajuk “Bhineka Tunggal Ika Wonderland Pemalangku” di halaman sekolah, Jumat (28/11).
Kegiatan ko kurikuler dengan tema Bhineka Tunggal Ika Wonderland Pemalangku ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap budaya dan kota Pemalang.
“Diharapkan para siswa lebih mengenal budaya serta makanan khas Pemalang secara dekat,” ujar Kepala SMP Negeri 6 Pemalang, Purwaningsih.
Ia menambahkan, Pekan Raya Ko Kurikuler tersebut merupakan terobosan untuk memperkuat program intrakurikuler di sekolah.
“Kokurikuler menjadi penguat intrakurikuler, dengan puncak kegiatan yang kami kemas melalui penampilan yang berbeda,” tutupnya.
Pekan Raya Kokurikuler SMP Negeri 6 Pemalang menampilkan drama yang mengangkat permainan tradisional khas Pemalang, gelaran bazar dengan berbagai jajanan tradisional, pameran karya kreatif siswa, serta pertunjukan beragam tarian khas daerah.
Apa itu Kokurikuler?
Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti, namun terintegrasi langsung dengan kurikulum dan bertujuan memperkuat, memperdalam, maupun memperkaya materi intrakurikuler.
Kegiatan ini bersifat wajib, terstruktur, dan dinilai.
Tujuan kokurikuler:
Memperkuat dan memperdalam pemahaman — siswa dapat mengaplikasikan materi yang dipelajari di kelas ke situasi nyata, misalnya kunjungan ke museum setelah belajar sejarah.
Mengembangkan karakter dan keterampilan — melalui kegiatan seperti bakti sosial atau kerja kelompok untuk menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, dan kemampuan sosial.
Membentuk individu holistik — tidak hanya akademik, tetapi juga emosional dan sosial.
Contoh kegiatan kokurikuler:
Studi lapangan
Proyek sosial
Kegiatan literasi
Prakarya
Outbound
Perbedaan dengan ekstrakurikuler:
Kokurikuler: langsung terkait kurikulum akademik dan memperdalam materi pelajaran.
Ekstrakurikuler: berfokus pada minat dan bakat pribadi, seperti olahraga, seni, atau debat.