MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya dalam memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja.
Program unggulan bertajuk “Mata Hati” menjadi bukti keberpihakan pemerintah melalui pendampingan dan penyaluran tenaga kerja disabilitas ke perusahaan-perusahaan di Majalengka.
Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, menegaskan pemerintah tidak berhenti pada simbol perayaan Hari Disabilitas Internasional, namun memastikan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif terus dibangun.
Hal itulah disampaikan Dena disela-sela momentum Hari Disabilitas Internasional 2025 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Majalengka
“Melalui program unggulan ‘Mata Hati’, pemerintah daerah secara aktif membantu memasukkan tenaga kerja disabilitas ke perusahaan-perusahaan di Kabupaten Majalengka, selain itu Pemkab menjamin hak dan peluang mereka secara adil,” jelas Wabup.
Program “Mata Hati” yang dijalankan DK2UKM menjadi ruang penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan sesuai kompetensi.
Kepala SLB Negeri Majalengka, Dadan Dany Kustanto mengapresiasi langkah tersebut, sekaligus menyampaikan harapan agar akses kerja bagi disabilitas semakin luas.
“Dengan dukungan Pemkab Majalengka melalui program ‘Mata Hati’, kami percaya penyerapan tenaga kerja disabilitas akan semakin meningkat,” harapnya.