
HarianMetro.co, GORONTALO – Gorontalo, 28 Oktober 2025 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Gorontalo menyampaikan refleksi mendalam atas peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2025.
Momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ajakan moral bagi seluruh pemuda Indonesia khususnya pemuda Gorontalo untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sembilan puluh enam tahun lalu, para pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang menanggalkan ego golongan demi cita-cita besar bernama Indonesia.
Namun kini, semangat itu mulai tergerus oleh realitas sosial yang semakin terpecah. Kita hidup di era di mana kepentingan politik, ekonomi, dan identitas digital sering kali memecah belah solidaritas kebangsaan.
Bagi KNPI Gorontalo, Sumpah Pemuda hari ini harus dimaknai sebagai ajakan untuk kembali pada kejujuran perjuangan bukan sekadar simbol dan slogan.
Pemuda Gorontalo menghadapi tantangan berat terbatasnya lapangan kerja, ketimpangan ekonomi, serta ketidakpastian arah pembangunan daerah. Di beberapa wilayah, sumber daya alam yang melimpah justru memunculkan konflik sosial dan kerusakan lingkungan yang mengancam masa depan generasi muda.
KNPI menilai bahwa pembangunan yang tidak adil dan eksploitatif hanya akan menciptakan jurang sosial yang makin dalam. Pemuda harus hadir sebagai kekuatan korektif bukan sekadar penonton dalam mengawal kebijakan daerah agar berpihak pada rakyat dan keberlanjutan lingkungan
KNPI Gorontalo menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu diperbarui menjadi gerakan nyata di berbagai bidang
- Di bidang ekonomi, pemuda harus menjadi motor inovasi dan kemandirian, bukan hanya pencari kerja.
- Di bidang lingkungan, pemuda harus menjadi pelopor menjaga alam dan menolak eksploitasi yang merusak.
- Di bidang politik dan sosial, pemuda harus berani bersuara kritis terhadap ketidakadilan, tanpa kehilangan etika perjuangan.
Persatuan hari ini bukan lagi soal menyatukan bahasa dan tanah air, tetapi menyatukan visi untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
KNPI Provinsi Gorontalo mengajak seluruh pemuda, pelajar, mahasiswa, komunitas, dan organisasi kepemudaan untuk menyalakan kembali semangat perjuangan 1928 dalam konteks kekinian:
dengan kerja nyata, solidaritas sosial, dan keberanian moral untuk berpihak kepada kepentingan rakyat.
Sumpah Pemuda bukan hanya warisan sejarah, tetapi janji peradaban bahwa di tangan pemuda, bangsa ini akan terus hidup, tumbuh, dan melawan ketidakadilan dalam bentuk apa pun.//HM
Artikel Riyanto Ismail; Refleksi Semangat Sumpah Pemuda Di Tengah Tantangan Zaman pertama kali tampil pada HARIAN METRO.