JAKARTA – Bagaimana jika manusia harus meninggalkan Bumi karena kehancuran ekologis, lalu kembali bertahun-tahun kemudian hanya untuk menemukan planet yang tak lagi ramah? “The Colony” (2021), juga dikenal sebagai “Tides”, membawa penonton ke dalam dunia distopia yang penuh dilema moral dan perjuangan bertahan hidup.
Pengenalan Tokoh
Blake (Nora Arnezeder) – Seorang astronot dari koloni manusia di luar angkasa yang dikirim kembali ke Bumi untuk menilai apakah planet ini masih layak dihuni.
Gibson (Iain Glen) – Pemimpin dengan agenda tersembunyi yang memiliki pandangan berbeda tentang kelangsungan hidup manusia.
Narvik (Sarah-Sofie Boussnina) – Seorang penyintas yang mewakili generasi manusia yang tumbuh di Bumi yang telah berubah drastis.
Konflik: Kembali ke Rumah yang Berbeda
Manusia telah meninggalkan Bumi setelah bencana ekologis menghancurkan planet ini, dan mereka membangun kehidupan di planet Kepler-209. Namun, di luar dugaan, generasi baru manusia di Kepler mengalami masalah reproduksi, membuat mereka harus kembali ke Bumi untuk mencari solusi.
Blake dan timnya dikirim untuk melakukan eksplorasi, tetapi misi ini berubah menjadi pertempuran hidup dan mati ketika mereka menemukan bahwa Bumi tidak sepenuhnya kosong. Sekelompok manusia masih bertahan hidup di planet ini, tetapi mereka melihat kedatangan para astronot sebagai ancaman.
Resolusi: Pilihan yang Harus Diambil
Blake menghadapi dilema besar: apakah ia harus mengikuti misinya dan memastikan kelangsungan hidup manusia di Kepler, ataukah ia harus membantu komunitas penyintas yang telah beradaptasi dengan Bumi? Ketegangan meningkat saat konspirasi Gibson terungkap bahwa ia memiliki agenda sendiri dalam eksplorasi ini.
Pada akhirnya, keputusan Blake menentukan apakah manusia bisa benar-benar kembali ke Bumi, atau apakah mereka harus menerima takdir di luar angkasa.
Konklusi: Refleksi tentang Kehancuran dan Harapan
“The Colony” bukan hanya tentang petualangan sci-fi, tetapi juga tentang pertanyaan moral yang mendalam: Apakah manusia layak mendapatkan kesempatan kedua setelah merusak planet ini? Dan apakah adaptasi atau teknologi yang lebih penting untuk bertahan hidup?
Film ini mengajak penonton untuk berpikir ulang tentang hubungan manusia dengan alam, serta bagaimana tindakan kita saat ini bisa menentukan masa depan generasi berikutnya.
Karakter Tokoh dan Dinamika Mereka
Blake: Cerdas, penuh konflik moral, dan berani mengambil keputusan sulit.
Gibson: Representasi dari ambisi yang berbahaya dan ketidakpedulian terhadap dampak keputusan jangka panjang.
Narvik: Lambang manusia yang bertahan meski dunia telah berubah drastis, menunjukkan bahwa adaptasi adalah kunci kelangsungan hidup.
Pesan Moral: Manusia dan Konsekuensi dari Tindakannya
Film ini memberi peringatan tentang bahaya eksploitasi berlebihan terhadap alam dan bagaimana tindakan kita saat ini dapat berdampak pada masa depan. “The Colony” menegaskan bahwa bertahan hidup bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita belajar dari kesalahan di masa lalu.
Dengan sinematografi yang menawan dan atmosfer yang suram, “The Colony” (2021) menyajikan sebuah kisah sci-fi yang lebih dari sekadar perjalanan ke luar angkasa—ini adalah refleksi tentang harapan, kehancuran, dan kesempatan kedua bagi umat manusia.